Jabar ex-pose.net Jakarta, 1 Maret 2025 – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018–2023. Dari jumlah tersebut, enam tersangka merupakan pejabat Pertamina, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.
Para tersangka diduga sengaja mengondisikan produksi minyak bumi dalam negeri agar berkurang dan tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga membuka celah untuk melakukan impor. Selain itu, mereka juga diduga melakukan mark-up dalam kontrak pengiriman minyak impor, yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 193,7 miliar.
Tak hanya ditetapkan sebagai tersangka, enam pejabat Pertamina yang terlibat dalam kasus ini juga memiliki harta kekayaan yang cukup fantastis, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru.
Harta Kekayaan Enam Pejabat Pertamina yang Jadi Tersangka
1. Riva Siahaan (Dirut PT Pertamina Patra Niaga)
Kekayaan: Rp 18,9 miliar (LHKPN per 31 Maret 2024)
Terdiri dari:
Tanah dan bangunan di Tangerang Selatan senilai Rp 7,7 miliar
Kendaraan senilai Rp 2,9 miliar
Harta bergerak Rp 800 juta
Surat berharga Rp 1,5 miliar
Kas dan setara kas Rp 8,6 miliar
Utang sebesar Rp 2,6 miliar
Kekayaannya meningkat dua kali lipat dibanding LHKPN 2023 yang tercatat Rp 9,3 miliar.
2. Sani Dinar Saifuddin (Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional)
Kekayaan: Rp 15,7 miliar (LHKPN per 18 Maret 2024)
Terdiri dari:
Tanah dan bangunan Rp 8 miliar
Kendaraan Rp 800 juta
Surat berharga Rp 2,4 miliar
Harta bergerak Rp 180 juta
Kas dan setara kas Rp 3,9 miliar
3. Agus Purwono (VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional)
Kekayaan: Rp 4,7 miliar (LHKPN per 28 Maret 2024)
Terdiri dari:
Tanah dan bangunan Rp 8,4 miliar
Kendaraan Rp 1 miliar
Harta benda lainnya Rp 1,5 miliar
Namun, Agus tercatat memiliki utang sebesar Rp 6,3 miliar.
4. Yoki Firnandi (Dirut PT Pertamina International Shipping)
Kekayaan: Rp 44 miliar (LHKPN per 31 Maret 2024)
Terdiri dari:
Tanah dan bangunan Rp 18,7 miliar
Kendaraan Rp 2 miliar
Surat berharga Rp 1,7 miliar
Harta bergerak Rp 550 juta
Kas dan setara kas mencapai Rp 25,2 miliar
Kekayaannya meningkat dari Rp 31,4 miliar pada tahun sebelumnya.
5. Maya Kusmaya (Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga)
Kekayaan: Rp 10,4 miliar (LHKPN per 15 Maret 2024)
Terdiri dari:
Surat berharga Rp 5,6 miliar
Tanah, bangunan, kendaraan, dan aset lainnya
Memiliki utang sebesar Rp 200 juta.
6. Edward Corne (VP Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga)
Kekayaan: Rp 4,3 miliar (LHKPN per 20 Maret 2024)
Terdiri dari:
Tanah dan bangunan Rp 2,6 miliar
Kendaraan Rp 105 juta
Harta bergerak, surat berharga, dan kas total Rp 1,8 miliar
Memiliki utang sebesar Rp 290 juta.
Kelanjutan Kasus
Kejaksaan Agung masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Para tersangka dijerat dengan pasal-pasal tindak pidana korupsi dan terancam hukuman berat jika terbukti bersalah.
Publik menanti langkah tegas dari penegak hukum untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam kasus yang telah merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah ini.
(Taofik Hidayat)